Cerkak Jawa Dan Unsur Intrinsik

Blog yang berisikan konten bahasa jawa mulai dari dongeng bahasa jawa, legenda bahasa jawa, cerita rakyat bahasa jawa, cerita wayang bahasa jawa, hingga pidato bahasa jawa, ada juga aksara jawa serta tembang macapat

25 Mei, 2015

Cerkak Jawa Dan Unsur Intrinsik

Kata cerkak merupakan singkatan dari “cerita” dan “cekak”  yang masing-masing berarti “cerita” dan “pendek”. Dalam sastra jawa cerita cekak atau cerkak kerap kali diberikan kepada anak-anak baik berupa dongeng, cerita rakyat, cerita wayang, dan lain sebagainya. Untuk memahami lebih jauh mengenai cerkak jawa dan unsur intrinsik nya ada baiknya kita simak uraian di bawah ini.

Cerkak jawa

Cerkak jawa merupakan salah satu hasil seni sastra berupa cerita yang meriwayatkan kehidupan manusia, bintang, tumbuhan dan lain sebagainya. Cerita ini sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dengan cerita pendek yang biasa kita baca dalam sebuah cerita, yang membedakan atara cerita pendek biasa dan cerkak jawa yakni berada pada bahasa yang digunakan nya.
cerkak-jawa-dan-unsur-intrinsik

Bahasa yang digunakan dalam cerkak jawa tentu saja menggunakan bahasa jawa baik ngoko, krama, maupun krama inggil atau halus. Dalam kehidupan masyarakat pada zaman dahulu cerkak jawa kerap diberikan kepada anak-anak guna memberikan pelajaran terkait dengan sifat intrinsik maupun ekstrinsik yang terdapat dalam cerkak jawa tersebut.

Sebagai contoh seorang kakek bercerita kepada cucunya tentang kisah ande-ande lumut, serta jaka tarub. Melalui cerita tersebut secara langsung maupun tidak langsung cucu tersebut akan memahami hakikat kehidupan yang benar dan yang tidak benar. Dengan adanya cerita yang disampaikan tersebut secara tidak langsung kakek telah memberikan ilmu khususnya yang berhubungan dengan tatanan hidup baik berupa sifat baik dan buruk maupun perlakukan yang tepat maupun tidak tepat. Hal ini yang nantinya menumbuhkan cerkak jawa dan unsur intrinsik.

Unsur intrinsik dalam cerkak jawa

cerkak-jawa-dan-unsur-intrinsik
Unsur intrinsik dalam cerkak jawa tidak berbeda dengan unsur-unsur yang terdapat pada cerita bahasa indonesia. Dalam sebuah dongeng maupun cerita tentu saja terdapat tokoh yang memiliki peran dengan sikap dan sifat berbeda-beda. Dalam hal ini, kemudian tumbuh menjadi suatu karakter yang nantinya bisa kita jadikan sebagai sebuah pelajaran dalam kehidupan nyata kita.

Sebagai contoh ringan kita ibaratkan dalam kisah cerita cekak ande-ande lumut. Disana terdapat banyak tokoh yang memiliki sifat dan karakter berbeda seperti keleting, yuyu kangkang, dan ande-ande lumut sendiri semuanya memiliki karakter yang berbeda. Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerkak ande ande lumut tentu saja bisa kita lihat setelah mendengarkan/ membaca cerita tersebut.
Setelah kita membaca atau mendengarkan cerkak jawa kita pasti akan memahami terkait dengan tokoh dan masing-masing karakter yang terdapat dalam cerita tersebut. Untuk memahami lebih jauh mengenai cerkak di bawah ini kami sampaikan kumpulan cerkak bahasa jawa yang memiliki unsur intrinsik di dalamnya.


Semoga dengan memahami hakikat cerkak jawa dan unsur intrinsik di atas dapat menambah wawasan kita dalam belajar sastra jawa.